Selasa, 18 Agustus 2020

Literasi Merdeka

Oleh Syaifuddin

Kita telah diberikan nikmat kemerdekaan. Kebebasan untu menulis. Menulis  tidak dihalangi, tidak dilarang. Ada banyak kesempatan dan media untuk menulis. Kebebasan untuk menulis apakah akan selalu ada? Selama kita mau, kesempatan untuk menulis terbuka luas. Seharusnya kesempatan yang luas untuk menulis, menjadi momentum pengembangan pengetahuan. Maka kesempatan yang tidak akan datang dua kali dalam peradaban kita. Kemerdekaan dan kebebasan pengetahuan  akan menjadi sia sia, apabila kemerdekaan ini tidak dimanfaatkan untuk menulis dalam jangka panjang. 

Perjuangan kemerdekaan Indonesia tidak diselesaikan dalam satu hari pada tanggal 17 Agustus 1945. Perjuangan Indonesia merdeka diupayakan setiap hari selama ribuan hari, berpuluh bahkan ratusan tahun sebelumnya. Perang Diponegoro di Jawa, perang Padri di Sumatera Barat, Perang Aceh, Pemberontakan Sultan Nuku di Tidore, Perlawanan Sultan Baabullah dan Sultan Khairun di Ternate, Perlawanan Kapitan Patimura di Saparua Maluku, Perang Sultan Hasanuddin di Sulawesi adalah perjuangan yang tidak sehari dua hari. Perjuangan berabad abad.

Perencanaan Indonesia merdeka sebagai satu kesatuan kebudayaan masyarakat nusantara sudah dirancang, direncananakan 55 sejak Indonesia dalam genggaman dan gangguan bangsa asing. Di permulaan abad 20 dirancang organisasi modern seperti syarikat Islam, Budi Utomo, Muhammadiyah, Nahdhatul Ulama’. Itu adalah beberapa instrumen membangun kesejahteraan bumi putera menuju kemerdekaan. 

Perjuangan mencapai Indonesia merdeka dilakukan setiap hari, setiap saat, secara konsisten, terencana dan dilakukan oleh seluruh elemen bangsa. Usaha menuju Indonesia merdeka adalah perjuangan panjang dilakukan tanpa pandang suku, ras dan agama. Semuanya berjuang dengan caranya, dari tempatnya masing-masing, menurut masanya, saling bekerjasama bahu membahu. Tidak didapat dengan bim salabim, abracadabra. Bukan hadiah. Tapi didapatkan dengan pengorbanan jutaan jiwa, air mata, keringat dan darah.

Perjuangan itu maknanya dalam, dilakukan dengan penuh pengorbanan, ditempuh dengan sungguh sungguh dalam waktu yang panjang. Perjuangan memerdekakan sama berat dan pentingnya dengan perjuangan mengisi kemerdekaan. Memajukan pengetahuan adalah jalan paling lurus untuk mengisi kemerdekaan. Literasi dan menulis adalah jalan yang tidak bisa dihindarkan untuk mewarnai kemerdekaan. Dua hal yang tidak mudah didapatkan pada masa penjajahan atau pada masa dalam rongrongan bangsa lain. Menulis adalah ihtiar yang tidak kalah heroik dan pentingnya dengan perjuangan kemerdekaan. Menulis yang bersungguh sungguh dengan penuh pengorbanan, dilakukan terus menerus dalam jangka panjang. Inilah usaha yang sepadan dengan makna perjuangan mencapai Indonesia merdeka.

Menulis yang bersungguh sungguh, dan diniatkan untuk perjuangan membuat suluh peradaban harus dilakukan dengan perencanaan. Setiap menulis apakah artikel, cerita pendek, cerita bersambung, buku, buku seri, ensiklopedi semuanya dimulai dari perencanaan. Tanpa perencanaan kita tidak akan ke mana mana atau akan ke mana mana tidak punya ujung. Untuk membuat novel anda harus menulis 40.000-200.000 kata, untuk membuat cerpen 3.000-5.000 kata, lebih dari 20.000 kata menjadi cerita bersambung, artikel jurnal 5.000-10.000 kata, abstrak 150-200 kata dan seterusnya. Untuk menghasilkan tulisan yang terarah harus dimulai dari perencanaan. Merencanakan menulis untuk siapa, temanya apa, bentuknya apa, tujuannya apa, bagaimana cara menulisnya. Tanpa perencanaan, kita tidak tahu kapan memulai menulis dan bingung kapan mengahiri.

Semakin jauh perjalanan, semakin lama menulis, semakin tebal jumlah halaman, memerlukan perencanaan yang lebih besar, detail. Sebaliknya untuk tulisan yang pendek seperti artikel, opini essai, atau tulisan yang diposting di blog dengan jumlah 500 kata mungkin perencanaan diletakkan di kepala, cukup dibayangkan, diolah, dituangkan dalam tulisan, selesai. Untuk melakukan perjalanan haji di negeri yang jauh untuk waktu yang lama, diperlukan perencanaan yang detail, mulai dari biaya, perlengkapan, ihram di mana, menginap di mana, membawa pakaian berapa, apa saja yang akan dikerjakan, persiapan fisik, kesehatan semuanya direncanakan secara detail. Berbeda dengan pergi ke pasar untuk membeli sembako, perencanaan bisa dilakukan sambil mempersiapkan kendaraan waktu akan pergi ke pasar. 

Pak Cahyadi menyarankan. Rencana menulis harus dibuat untuk jangka panjang, enam bulan, 12 bulan bahkan 60 bulan. Untuk menulis buku Wonderful Family, pak Cah sudah merencanakan menulis 10 seri buku yang akan dikerjakan selama 5 tahun. Setiap tahun dua buku terbit, dan sekarang sudah tahun keempat, dan telah terbit delapan buku serial Wonderful Family. Ini contoh penulisan jangka panjang, sudah direncanakan dengan detail sejak dari awal.

Manfaat membuat perencanaan menulis. Pertama, membuat menulis mempunyai arah, logis dan sistematis. Poin poin tulisan sudah disusun dalam bentuk outline, secara sederhana ataupun detail. Tulisan dalam genre apapun mempunyai standar yang sama yaitu sistematis dan logis. Outline, kerangka tulisan, plot, sistematika adalah bentuk perencanaan tulisan. Dengan outline tulisan yang panjang akan terurai secara urut. Logis dan sistematis. Dengan sistematika penulisan, disertasi yang berjumlah ratusan halaman tetap mempunyai struktur penulisan yang sistematis dan logis sehingga bisa dibuat ringkasan dan abstraknya dalam jumlah kata yang lebih sedikit.

Kedua, tulisan menjadi utuh dan berkualitas. Dengan perencanaan menulis yang baik gagasan tersaji dengan format yang utuh, lengkap dan tuntas. Penulis pun dengan mudah melakukan perbaikan terhadap karya sebelum dipublikasikan berdasarkan perencanaan outline yang dibuat. Perubahan yang dilakukan berdasarkan outline atau rencana menulis juga berdasarkan pertimbangan yang logis sebagai koreksi atau penyempurnaan. Karenanya dengan rencana menulis tulisan menjadi lebih berkualitas.

Ketiga, memudahkan dalam menentukan bahan dan sumber rujukan atau referensi tulisan. Dengan adanya outline, penulis sudah tahun jenis bacaan atau referensi seperti apa yang akan diperlukan, seberapa banyak dan dengan bobot seperti apa. Menulis karya ilmiah jurnal internasional bereputasi, tentu harus dengan menggunakan referensi pada bobot yang sama atau yang lebih tinggi. Menurunkan derajad kualitas disertasi jika referensinya tesis atau sumber rujukan yang bobotnya lebih rendah. Langkah ini hanya bisa dikerjakan bila penulisan dimulai dengan perencanaan.

Keempat, manfaatnya dapat memperkirakan waktu yang logis untuk mengerjakan sebuah tulisan. Buku dengan standar 200 halaman bisa dikerjakan lima puluh hari bila kita mempunyai kemampuan menulis satu hari empat halaman. Karena kemampuan menulis baik dengan bahan untuk menulis lengkap, dan waktu yang cukup longgar, maka menulis buku dalam waktu 10 hari dimungkinkan. Berarti dalam satu hari harus mampu menulis minimal 20 halaman. Semuanya serba mungkin tergantung kemampuan, faktor faktor pendukung dan situasi. Disinilah perencanaan mempunyai peranan, menyesuaikan sesuai dengan kadar kemampuan masing masing.

Kelima, dengan perencanaan yang baik bisa membantu memperkirakan kemampuan kita sebagai penulis. Berdasarkan rencana dan implementasi kita bisa melakukan pengukuran sampai batas mana kemampuan kita untuk menulis. Dapat pula dijadikan bahan evaluasi, kekurangan dan kelebihan antara perencanaan dengan implementasi untuk merencanakan tulisan tulisan berikutnya.

Sangaji Ternate 

19 Agustus 2020

#102


2 komentar: