Jumat, 06 November 2026

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM IAIN TERNATE DALAM KEGIATAN INTERNATIONAL ACADEMIC VISITING PROGRAMME DI MALAYSIA NOVEMBER 2026

 





Pendahuluan

International Academic Visiting Programme 2026 merupakan sebuah kegiatan kolaborasi akademik internasional yang melibatkan perguruan tinggi dari Indonesia dan Malaysia. Program ini dirancang sebagai bentuk penguatan hubungan kelembagaan, pengembangan kapasitas akademik, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta perluasan jejaring kerja sama antarperguruan tinggi di kawasan Asia Tenggara. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam membangun sinergi antara institusi pendidikan tinggi, lembaga pendidikan nonformal, akademisi, mahasiswa, dan masyarakat dalam menghadapi perkembangan pendidikan, ekonomi, sosial, dan budaya di era globalisasi.

Program internasional tersebut melibatkan lima perguruan tinggi, yaitu Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, Universitas Nahdlatul Ulama Pasuruan, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ternate, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bengkalis, dan Universiti Teknologi MARA (UiTM) Cawangan Negeri Sembilan Malaysia. Selain itu, kegiatan ini juga melibatkan lembaga pengelola pendidikan nonformal yang berada di Negara Bagian Negeri Sembilan, Malaysia. Keterlibatan berbagai institusi tersebut menunjukkan bahwa kerja sama akademik Indonesia dan Malaysia tidak hanya berorientasi pada pengembangan pendidikan tinggi, tetapi juga diarahkan pada pemberdayaan masyarakat dan penguatan pendidikan lintas negara.

International Academic Visiting Programme 2026 mengembangkan berbagai agenda yang mengintegrasikan kegiatan akademik, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, pengembangan publikasi ilmiah, kompetisi, dan pertukaran budaya. Rangkaian kegiatan tersebut meliputi konferensi internasional, pengabdian kepada masyarakat internasional, studi tiru, kompetisi akademik, pertukaran budaya, kuliah dosen tamu, penelitian bersama, penguatan akses terhadap jurnal internasional bereputasi, serta pengabdian kepada masyarakat di bidang ekonomi.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, masing-masing perguruan tinggi diharapkan dapat membangun hubungan kelembagaan yang lebih produktif dan berkelanjutan. Kerja sama ini juga menjadi sarana untuk mempertemukan perspektif akademisi Indonesia dan Malaysia dalam membahas berbagai persoalan kontemporer, terutama perkembangan ekonomi dan keuangan syariah, industri halal, pertumbuhan ekonomi, pemberdayaan UMKM, serta tantangan pendidikan masyarakat Indonesia yang berada di Malaysia.

Konferensi Internasional: Mempertemukan Gagasan dan Perspektif Akademik Indonesia–Malaysia

Salah satu agenda utama International Academic Visiting Programme 2026 adalah penyelenggaraan konferensi internasional yang berlangsung pada 3 November 2026 di lingkungan Universiti Teknologi MARA Cawangan Negeri Sembilan, Malaysia. Kegiatan ini menjadi forum akademik untuk mempertemukan dosen dan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi Indonesia dengan civitas akademika UiTM dalam sebuah ruang dialog ilmiah yang bersifat terbuka dan kolaboratif.

Sebanyak 20 dosen dan mahasiswa dari perguruan tinggi peserta mempresentasikan artikel ilmiah sesuai dengan bidang keilmuan, konsentrasi penelitian, dan perhatian akademik masing-masing. Presentasi tersebut disampaikan di hadapan dosen, mahasiswa, serta civitas akademika UiTM. Kehadiran peserta dari berbagai disiplin ilmu memberikan warna tersendiri bagi pelaksanaan konferensi karena setiap peserta membawa perspektif, pengalaman penelitian, dan pendekatan keilmuan yang berbeda.

Berbagai isu strategis menjadi perhatian dalam konferensi internasional tersebut. Di antaranya adalah perkembangan keuangan dan perbankan syariah, pertumbuhan ekonomi Indonesia dan Malaysia, perkembangan industri halal, daya beli masyarakat, serta dinamika ekonomi dan keuangan syariah kontemporer. Tema-tema tersebut dipilih karena memiliki relevansi yang kuat dengan tantangan pembangunan ekonomi di kedua negara.

Dalam bidang keuangan dan perbankan syariah, diskusi diarahkan pada perkembangan industri keuangan Islam, inovasi produk dan layanan keuangan, penguatan kelembagaan perbankan syariah, serta kontribusi keuangan syariah terhadap pembangunan ekonomi masyarakat. Indonesia dan Malaysia memiliki pengalaman yang cukup panjang dalam mengembangkan industri keuangan syariah. Oleh karena itu, pertukaran gagasan antara akademisi kedua negara menjadi penting untuk mengidentifikasi praktik terbaik, peluang pengembangan, dan tantangan yang masih dihadapi.

Sementara itu, pembahasan mengenai pertumbuhan ekonomi Indonesia dan Malaysia memberikan kesempatan kepada para peserta untuk membandingkan perkembangan ekonomi kedua negara, termasuk tantangan peningkatan produktivitas, penguatan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Isu industri halal juga memperoleh perhatian karena kedua negara memiliki potensi besar dalam mengembangkan ekosistem halal. Pengembangan industri halal tidak terbatas pada produk makanan dan minuman, tetapi juga mencakup sektor pariwisata, kosmetik, farmasi, logistik, jasa keuangan, dan berbagai sektor ekonomi lainnya.

Konferensi ini tidak hanya menjadi tempat mempresentasikan hasil penelitian, tetapi juga merupakan ruang pembelajaran akademik lintas negara. Interaksi antara presenter dan peserta membuka peluang untuk memperoleh masukan, memperbaiki pendekatan penelitian, serta mengembangkan gagasan baru yang dapat ditindaklanjuti melalui penelitian kolaboratif.

Pengabdian kepada Masyarakat Internasional: Pemberdayaan UMKM dan Penguatan Pendidikan Nonformal

Selain kegiatan konferensi internasional, International Academic Visiting Programme 2026 juga memberikan perhatian khusus terhadap pengabdian kepada masyarakat internasional. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 3 dan 4 November 2026 dengan mengangkat dua fokus utama, yaitu penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Malaysia serta dukungan terhadap penyelenggaraan pendidikan nonformal bagi generasi muda Indonesia yang berada di Malaysia.

Penguatan UMKM menjadi salah satu agenda penting karena sektor usaha kecil dan menengah memiliki kontribusi besar terhadap aktivitas ekonomi masyarakat. UMKM tidak hanya berfungsi sebagai sumber pendapatan keluarga, tetapi juga menjadi instrumen penciptaan lapangan kerja, penguatan ekonomi lokal, dan peningkatan kemandirian masyarakat.

Dalam konteks tersebut, kegiatan pengabdian kepada masyarakat diarahkan untuk membangun kesadaran mengenai pentingnya pengelolaan usaha secara lebih profesional. Penguatan kapasitas pelaku UMKM dapat mencakup aspek manajemen usaha, pengelolaan keuangan, pemasaran, pengembangan produk, pemanfaatan teknologi digital, serta pengenalan prinsip-prinsip ekonomi dan bisnis syariah.

Pertukaran pengalaman antara akademisi Indonesia dan masyarakat pelaku usaha di Malaysia diharapkan dapat memberikan perspektif baru mengenai pengembangan usaha yang adaptif terhadap perubahan pasar. Pengalaman Indonesia dalam pengembangan UMKM berbasis ekonomi kerakyatan dapat dipertemukan dengan pengalaman Malaysia dalam membangun ekosistem usaha dan industri halal.

Dimensi penting lainnya adalah dukungan terhadap pendidikan nonformal generasi muda Indonesia yang berada di Malaysia. Persoalan pendidikan bagi masyarakat Indonesia di luar negeri merupakan isu sosial yang membutuhkan perhatian berbagai pihak. Pendidikan nonformal dapat menjadi salah satu instrumen untuk memperluas kesempatan belajar, meningkatkan keterampilan, membangun karakter, dan memberikan penguatan pengetahuan bagi generasi muda.

Keterlibatan perguruan tinggi dalam kegiatan ini memperlihatkan bahwa tanggung jawab akademik tidak berhenti pada aktivitas pendidikan dan penelitian di lingkungan kampus. Perguruan tinggi juga memiliki tanggung jawab sosial untuk berkontribusi dalam menyelesaikan persoalan masyarakat, termasuk masyarakat Indonesia yang tinggal dan bekerja di luar negeri.

Melalui kegiatan tersebut, dosen dan mahasiswa memperoleh kesempatan untuk memahami secara langsung berbagai persoalan pendidikan dan pemberdayaan masyarakat dalam konteks lintas negara. Kegiatan ini sekaligus memperkuat nilai solidaritas, kepedulian sosial, dan tanggung jawab kemanusiaan. Dalam kegiatan ini para narasumber antara lain : Dr. Saiful Bahri, Dr. Hainuqma Rahim, Dr. Ismawati, S.E., M.Si., Dr. Supriadi, S.E.I., M.E.I., Dr. Samsul, S.A.B., M.A., Asyraf Mustamin, S.Pd., M.E., Dr. An Ras Try Astuti, M.E., Ummul Hair, S.Hum., M.Hum. Alfian Rusydi, S.Kom. , Dr. Abd. Rauf Wajo, S.Hi., M.Ag., Dr. Syaifuddin, S.E,. M.E.I, CFRM, Rachmat Hidajat, S.E., M.E., Muh. Sajjaj Sudirman, S.E., M.Ak., Nur Azlina, ME, Fadiah Toon, Siti Nurhaliza. 

Penguatan Academic Writing dan Akses Jurnal Internasional Bereputasi

Agenda penting lainnya dalam International Academic Visiting Programme 2026 adalah penguatan jejaring akademik dalam bidang penulisan ilmiah atau academic writing serta perluasan akses terhadap sumber bacaan jurnal internasional bereputasi. Kegiatan ini dilaksanakan pada 3 November 2026 dengan melibatkan dosen dan pensyarah dari perguruan tinggi Indonesia dan Malaysia.

Penguatan academic writing merupakan kebutuhan strategis bagi perguruan tinggi dalam meningkatkan kualitas penelitian dan publikasi ilmiah. Di tengah persaingan akademik global, kemampuan menghasilkan artikel ilmiah yang memenuhi standar jurnal internasional menjadi salah satu indikator penting dalam pengembangan kualitas sumber daya akademik.

Penulisan artikel ilmiah internasional membutuhkan kemampuan yang tidak hanya berkaitan dengan penguasaan bahasa Inggris akademik, tetapi juga mencakup ketepatan metodologi penelitian, kekuatan argumentasi teoretis, kebaruan penelitian, ketepatan penggunaan referensi, dan kemampuan mengomunikasikan hasil penelitian secara sistematis.

Melalui interaksi antara dosen Indonesia dan pensyarah UiTM, kegiatan ini diharapkan dapat membangun tradisi akademik yang lebih produktif. Para akademisi memiliki kesempatan untuk bertukar pengalaman mengenai strategi penulisan artikel, pengembangan topik penelitian, pemilihan jurnal tujuan, serta proses publikasi pada jurnal internasional bereputasi.

Selain penguatan penulisan ilmiah, kegiatan ini juga diarahkan pada pengembangan akses terhadap sumber-sumber referensi internasional. Salah satu bentuk kerja sama yang diperkenalkan adalah pemberian akses khusus kepada lembaga mitra melalui fasilitas dan platform perpustakaan yang dimiliki UiTM, sesuai dengan ketentuan dan kebijakan akses yang berlaku.

Dalam kegiatan tersebut, peserta diperkenalkan dengan sistem pengelolaan perpustakaan serta platform perpustakaan digital UiTM. Pengenalan ini memberikan gambaran mengenai bagaimana perguruan tinggi mengembangkan sistem informasi dan sumber pembelajaran digital untuk mendukung kegiatan pendidikan, penelitian, dan pengembangan ilmu pengetahuan.

Keberadaan perpustakaan digital menjadi semakin penting karena perkembangan penelitian kontemporer menuntut akademisi memiliki akses terhadap literatur yang mutakhir dan berkualitas. Jurnal internasional, buku akademik, prosiding, dan berbagai publikasi ilmiah lainnya merupakan sumber penting untuk membangun argumentasi penelitian yang kuat.

Dengan demikian, penguatan jejaring academic writing dan akses literatur internasional tidak hanya berorientasi pada peningkatan jumlah publikasi, tetapi juga diarahkan untuk membangun ekosistem penelitian yang lebih berkualitas. Kolaborasi ini diharapkan dapat berkembang menjadi kerja sama penulisan artikel bersama, publikasi internasional, penyelenggaraan seminar ilmiah, dan pengembangan penelitian lintas institusi. 

Pertukaran Budaya Indonesia–Malaysia: Memperkuat Persaudaraan dan Pemahaman Antarbangsa

International Academic Visiting Programme 2026 juga memberikan ruang bagi pengembangan hubungan sosial dan kebudayaan melalui kegiatan pertukaran budaya Indonesia dan Malaysia. Kegiatan ini dilakukan dengan mengunjungi berbagai kawasan dan situs kebudayaan di sekitar Kuala Lumpur.

Pertukaran budaya merupakan bagian penting dari diplomasi akademik karena hubungan antarnegara tidak hanya dibangun melalui kerja sama formal antarlembaga, tetapi juga melalui pemahaman terhadap sejarah, tradisi, identitas, dan kehidupan sosial masyarakat masing-masing negara.

Kunjungan ke berbagai kawasan budaya memberikan kesempatan kepada peserta dari Indonesia untuk mengenal lebih dekat karakteristik masyarakat Malaysia yang memiliki keragaman etnis, bahasa, agama, dan tradisi. Malaysia merupakan negara dengan masyarakat multikultural yang memperlihatkan interaksi antara tradisi Melayu, Tionghoa, India, dan berbagai komunitas lainnya.

Melalui kunjungan tersebut, peserta dapat mengamati bagaimana keragaman budaya menjadi bagian dari identitas nasional dan kehidupan masyarakat Malaysia. Pengalaman ini memberikan pemahaman bahwa pembangunan bangsa tidak hanya ditentukan oleh kemajuan ekonomi dan teknologi, tetapi juga oleh kemampuan masyarakat dalam memelihara harmoni sosial dan menghargai perbedaan.

Bagi peserta dari Indonesia, kegiatan ini sekaligus menjadi kesempatan untuk memperkenalkan kekayaan budaya Nusantara. Indonesia dan Malaysia memiliki kedekatan historis dan kultural yang terbentuk melalui hubungan bahasa, agama, perdagangan, migrasi, dan interaksi masyarakat sejak masa lampau.

Kesamaan akar budaya Melayu dan perkembangan Islam di kawasan Asia Tenggara menjadi salah satu aspek yang mempererat hubungan kedua negara. Meskipun memiliki perkembangan sejarah dan karakteristik sosial yang berbeda, Indonesia dan Malaysia mempunyai banyak kesamaan dalam tradisi keagamaan, kehidupan keluarga, seni, bahasa, dan nilai-nilai kemasyarakatan.

Pertukaran budaya melalui kunjungan langsung juga memberikan pengalaman pembelajaran yang berbeda dibandingkan dengan kegiatan akademik di ruang kelas. Peserta dapat memahami kebudayaan melalui pengamatan, interaksi, dan pengalaman empiris. Dengan demikian, kegiatan ini berkontribusi terhadap pembentukan wawasan global, sikap toleransi, dan kemampuan berinteraksi dalam lingkungan multikultural.

 

Membangun Keberlanjutan Kerja Sama Akademik Indonesia–Malaysia

Secara keseluruhan, International Academic Visiting Programme 2026 merupakan kegiatan strategis yang mempertemukan kepentingan pendidikan tinggi dengan kebutuhan pengembangan masyarakat. Keterlibatan lima perguruan tinggi dari Indonesia dan Malaysia serta lembaga pengelola pendidikan nonformal di Negeri Sembilan menunjukkan bahwa kerja sama internasional dapat dikembangkan melalui pendekatan yang lebih inklusif dan multidimensional.

Kegiatan konferensi internasional memperkuat pertukaran gagasan dan hasil penelitian. Pengabdian kepada masyarakat memberikan kontribusi langsung terhadap pengembangan UMKM dan pendidikan nonformal. Penguatan academic writing dan akses jurnal internasional membuka peluang peningkatan kualitas penelitian dan publikasi ilmiah. Sementara itu, pertukaran budaya memperkuat hubungan sosial dan pemahaman antarbangsa.

Berbagai kegiatan tersebut perlu ditindaklanjuti melalui program kerja sama yang lebih konkret dan berkelanjutan. Beberapa agenda yang dapat dikembangkan antara lain penelitian bersama antardosen, publikasi artikel pada jurnal internasional bereputasi, pertukaran dosen dan mahasiswa, penyelenggaraan kuliah tamu, pengembangan kurikulum kolaboratif, serta program pemberdayaan masyarakat lintas negara.

Bagi perguruan tinggi Indonesia, kerja sama dengan UiTM Cawangan Negeri Sembilan merupakan peluang untuk memperluas jejaring internasional dan meningkatkan kapasitas kelembagaan. Demikian pula, keterlibatan UiTM dalam kegiatan ini dapat memperkuat hubungan akademik dengan perguruan tinggi Indonesia yang memiliki karakteristik dan keunggulan keilmuan masing-masing.

Keberhasilan program internasional tidak semata-mata diukur dari terselenggaranya kegiatan atau banyaknya peserta yang terlibat, tetapi juga dari sejauh mana kegiatan tersebut menghasilkan manfaat akademik, sosial, ekonomi, dan kelembagaan dalam jangka panjang.

Oleh karena itu, diperlukan komitmen bersama untuk menjadikan International Academic Visiting Programme sebagai fondasi pengembangan kerja sama internasional yang berkelanjutan. Kesepakatan kerja sama perlu diterjemahkan ke dalam kegiatan nyata, memiliki target yang terukur, serta dievaluasi secara berkala agar memberikan dampak yang dapat dirasakan oleh seluruh institusi dan masyarakat mitra. 

Penutup

International Academic Visiting Programme 2026 menjadi representasi penting dari semangat kolaborasi pendidikan tinggi Indonesia dan Malaysia dalam membangun peradaban akademik yang terbuka, inklusif, dan berorientasi pada kemaslahatan masyarakat. Melalui keterlibatan UIN Alauddin Makassar, Universitas Nahdlatul Ulama Pasuruan, IAIN Ternate, IAIN Bengkalis, dan UiTM Cawangan Negeri Sembilan, program ini telah mempertemukan berbagai potensi akademik dalam satu rangkaian kegiatan internasional.

Lebih dari sekadar kunjungan akademik, program ini merupakan investasi kelembagaan untuk membangun jejaring pengetahuan, memperkuat kapasitas penelitian, meningkatkan kualitas publikasi ilmiah, mengembangkan pemberdayaan ekonomi masyarakat, dan mempererat hubungan kebudayaan kedua negara.

Harapannya, kegiatan ini tidak berhenti sebagai agenda seremonial atau kunjungan sesaat, tetapi berkembang menjadi gerakan kolaborasi akademik yang berkelanjutan. Dengan semangat kerja sama, saling belajar, dan berbagi pengetahuan, perguruan tinggi Indonesia dan Malaysia dapat mengambil peran lebih besar dalam menjawab tantangan pembangunan regional maupun global.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar